Minggu, 07 Oktober 2018

1.     Pengertian isp adalah ? penyedia layanan yang memberikan akses ke media informasi dan komunikasi berbasis online.

2.     Dns itu apa ?  Domain Name System Merupakan aplikasi pelayanan di internet untuk menterjemahkan domain name ke alamat IP

3.     Protocol itu apa ? Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titikkomputer

4.     Fungsi isp ? Sebagai perantara dalam menyediakan sambungan internet.

5.     Fungsi network ? untuk mengintegrasikan sistem informasi dan menyalurkan arus informasi dari suatu tempat ke tempat yang lain.

6.     Fungsi dns ? untuk Menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address)

7.     Apa yang dimaksud provider ? Provider merupakan penyedia ataupun pemberi layanan. 

8.     Lapisan jaringan itu apa ? Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI

9.     Kumputer client ? Komputer client adalah komputer yang digunakan untuk meminta layanan tertentu dari komputer server. 

10.   Gateway adalah ?  sebuah jaringan komputer yang dapat menghubungkan 2 jaringan komputer atau lebih 

11.   Apa yang dimaksud interface ? Antarmuka (Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. 

12.    Apa yang dimaksud ip address ? IP Address adalah alamat atau identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer agar komputer tersebut dapat berkomunikasi dengan komputer lain.

13.   Apa yang dimaksud firewall ? Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang digunakan untuk melindungi komputer dari beberapa jenis serangan dari komputer luar.

14.   Yang dimaksud router ? Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.

15.   Yang dimaksud Acces Point ? Access point adalah suatu perangkat jaringan komputer yang dapat menghubungkan peranti nirkabel dengan jaringan lokal memakai wifi

16.   Fungsi penamaan interface ? agar pengguna lebih mudah dalam menentukan di interface mana kabel akan dipasang.

17.   Fungsi nat pada router ? untuk melakukan perubahan(Translation) dari sebuah paket data yang merubah IP Address Private menjadi Ip Address Publik dengan opsi yang dapat di pilih pada action masquerade.

18.   Yang dimaksud IP Public ? alamat ip yang ditujukan pada ISP, dengan kepala yang sama dan ekor yang berbeda.

19.   Yang dimaksud IP Local ? alamat IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN).

20.   Yang dimaksud IP Dinamis ?  ip dinamis adalah ip yang tidak tetap bisa berubah ubah sesuai dengan masa peminjamannya. 

21.   Yang dimaksud DHCP Client ? DHCP client merupakan perangkat clinet yang melakukan operasi software (perangkat lunak) client DHCP yang terhubung (sinkronisasi) dengan DHCP server supaya menerima alamat IP, default gateway, DNS dan lainnya.

22.   Yang dimaksud DHCP Server ? DHCP server merupakan perangkat engine yang menyewakan alamat IP adress, default gateway, DNS dan berbagai informasi IP/TCP di komputer client.

23.   Yang dimaksud netmask ?Subnet mask adalah istilah teknologi Informasi yang membedakan Network ID dan Host ID atau sebagai penentu porsi Network ID dan Host ID pada deretan kode biner. Fungsi dari subnet mask sendiri adalah untuk membedakan Network ID dengan Host ID dan menentukan alamat tujuan paket data apakah local atau remote.

24.    Jenis-jenis jaringan ?
·                     LAN ( Local Area Network )   Merupakan jaringan milik pribadi dengan jangkauan satu gedung atau beberapa km saja untuk dapat memakai bersama sumber daya dan saling bertukar informasi dan  memiliki konsep yang sama dengan LAN namun bedanya hanya penambahan web server pada servernya. Intranet bersifat tertutup dan keamanannya terjaga ( hanya digunakan oleh kalangan sendiri ).
·                      MAN ( Metropolitan Area Network )  Merupakan kumpulan LAN dengan jangkauan lebih besar yaitu satu kota. MAN dapat mencakup kantor – kantor atau perusahaan yang letaknya berdekatan. Dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi atau umum dan mampu menunjang data, suara, bahkan TV kabel.
·                     WAN ( Wide Area Network )  Merupakan jaringan komputer dengan jangkauan daerah yang luas yaitu antar negara bahkan benua. Sifatnya tertutup dengan menggunakan jasa provider tertentu sebagai media penghubungnya.
·                     INTERNET   Merupakan kumpulan jaringan yang terkoneksi yang dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun. Sifatnya sangat terbuka dan keamannya kurang terjamin.
·                     WIRELES ( jaringan tanpa kabel )  Merupakan jaringan komunikasi yang dilakukan tanpa kabel yang mampu memberikan kecepatan akses lebih cepat dibanding jaringan dengan kabel. Contoh : teknologi infrared, bluetooth, modem, dll
25.    Peer to peer adalah ? Peer To Peer adalah  jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan.

26.   Jaringan client server adalah ? Client Server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya.

27.   Pengertian dari web server  ? Pengertian Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML.
28.   Apa yang dimaksud  fibar optic? Fiber optic adalah media transmisi yang terbuat dari serat kaca dan plastik yang menggunakan bias cahaya dalam mentransmisikan data. 

29.    Apa yang dimaksud modem ?  Modem yaitu sebuah perangkat keras yang berguna sebagai alat komunikasi dua arah yang merubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya untuk mengirimkan data/pesan ke alamat yang dituju. Modem bisa juga diartikan sebagai media perantara supaya komputer dapat terhubung ke jaringan internet.

30.    Fungsi NIC? Sebagai media pengirim data ke komputer lain di dalam jaringan

31.   Fungsi antena omni ? untuk memperluas area coverage

32.   Fungsi antena sectoral ?  juga digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. 

33.   Pebedaan omni dan sectoral ? Antena Omni adalah antena jenis antena yg menerima dan memancarkan gelombang elektro magnetik dg sudut pancar 360derajat tegak lurus ke atas. Antena ini juga disebut antena Monidirectional. Benda ini memancarkan dan menerima gelombang elektronik dg area cakupan yg melebar. karena itu benda ini cocok dipergunakan untuk menerima dan memancarkan gelombang elektromagnetik pada area hotspot. sedangkan
Antena Sectoral adalah Antena yang mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran.

34.   Perbedaan switch dan hub ? Switch ialah sebuah perangkat keras yang memungkinkan terjadinya distribusi packet dataantar komputer dalam jaringan dan mampu untuk mengenali topologi jaringan di banyak layersehingga packet data dapat langsung sampai ke tujuan. sedangkan
Hub ialah perangkat jaringan yang sederhana. Hub tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi setiap packet data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang ada hingga packet data tersebut sampai ke tujuan. Hal tersebut dapat membuat hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan. (Hub juga sering dikenal dengan nama repeater)

35.   . Jelaskan tugas administrator ? Sebagai petugas yang memastikan keamanan jaringan (security)
36.    Prinsip keamanan jaringan ? Confidentiality, Integrity , Availability, Authentication
37.    Ip conflict ? ip yang sama dan berada dalam satu jaringan yang menyebabkan salah satu atau mungkin kedua ip tidak bisa terhubung/beroperasi 
38.    Fungsi inconfig ? untuk menampilkan informasi berupa ip address, netmask,dan default gateway 
39.   Cara cek jaringan ? 
40.   Apa yang harus dilakukan apabila jaringan undertiefield ?
41.   Yang dimaksud request time out ? adalah ketika komputer server tidak merespon permintaan koneksi dari client setelah beberapa lama (jangka waktu timeout bervariasi). 
42.   Jelaskan fungsi perintah ping ? 
  • Melakukan pengecekan mengenai troubleshooting pada jaringan komputer
  • Melakukan cek mengenai kualitas koneksi jaringan. Setelah mengirim ping nanti akan muncul statistik paket lost. Apabila paket lost 0 = nol% yang berarti bagus.
  • Time pada ping menggambarkan ketersediaan bandwidth. Apabila bandwidth habis maka statistik Time akan makin besar. Umumnya ISP akan menyediakan bandwidth untuk ping secara khusus.
  • Untuk mengetahui status up atau status down komputer pada jaringan.
  • Melakukan monitoring “status available” kompiter pada jaringan.
  • Mengetahui respon komunikasi pada suatu jaringan.
43.   Jelaskan yang dimaksud repeater ? Repeater adalah Suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk memperbarui sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula, guna memperpanjang jarak yang dapat di tempuh

44.  Jelaskan AP client ? Mode AP Client merupakan mode AP yang dijadikan client dari AP utama. Jadi AP utama akan memiliki hubungan dengan AP client secara langsung, karena perannnya sebagai AP Client maka tidak ada host yang bisa melakukan koneksi langsung ke AP client sehingga hanya port-port LAN saja yang bisa bekerja.

45.   Apa yang dimaksud dengan ip pool ? IP Pool Mikrotik adalah salah satu fitur pada Mikrotik yang berfungsi untuk menentukan range (rentang) IP Address yang dapat digunakan pada DHCP Server maupun koneksi point-to-point (ppp). IP Pool mengelompokkan IP Address untuk keperluan lanjutan, seperti pemberian IP Address kepada client.

46.   Yang dimaksud profil server ?  adalah bagian dari arsitektur IoP yang lebih luas. Secara konseptual, ia menyediakan dua layanan penting berikut untuk Aplikasi Orang ke Orang

47.   Yang dimaksud user profil ? adalah tampilan visual data pribadi yang terkait dengan pengguna tertentu, atau lingkungan desktop yang disesuaikan.


48.   Jelaskan setting nama interface ? masuk mikrotik lalu new terminal kemudian ketikan " interface ethernet set sether1 name=public"
49.    Setting IP Address dengan nama public ether1 ? masuk mikrotik lalu new terminal ketikan "ip address add address=192.168.*. interface=public"
50.   Setting IP route ? ketikan "ip route add gateway=(masukan ip sumber)
51.   Perbedaan  ifconfig dengan ifconfig all ? ipconfig adalah tool pada Command prompt yang digunakan untuk melihat informasi jaringan atau informasi IP yang terpasang di Network adapter, fungsi lain dari perintah ipconfig untuk menset ulang jaringan, terutama yang menggunakan jaringan dengan DHCP. Sedangkan
ipconfig /all, untuk menampilkan informasi detail tentang konfigurasi jaringan, termasuk Info DHCP server dan mac Address

Senin, 24 September 2018

sistem operasi,hubungannya dengan penyediaan layanan komputer server.

MATERI PEMBELAJARAN 4.5 - 4.10

1.)Pemahasan spesifikasi sistem operasi, hubungannya dengan penyediaan layanan komputer server.


macam macam server

1. File server 
Komputer yang besar untuk PCGreater kecepatan, penyimpanan dan pengolahan. Dan apakah yang digunakan dalam kasus penggunaan file yang digunakan oleh sebagian besar anggota WalshBakkah Ketika meminta file komputer tertentu FileServerMentransfer seluruh file ke dia. Dan komputer untuk bekerja pada file dan kemudian kembali ke FileServer perawatan apapun yang ketika WorkStation komputer dan bukan di ServerSendiri.

2. Database server 
Database server adalah sebuah program komputer yang menyediakanlayanan pengelolaan basis data dan melayani komputer atau program aplikasibasis data yang menggunakan model klien/server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer (umumnya merupakanserver) yang didedikasikan untuk menjalankan program yang bersangkutan. Sistem manajemen basis data (SMBD) pada umumnya menyediakan fungsi-fungsiserver basis data, dan beberapa SMBD (seperti halnya MySQL atau Microsoft SQL Server) sangat bergantung kepada model klien-server untuk mengakses basis datanya.

3. Printer server 

Penggunaan Network Printer Daripada Dari Printer lokal Dalam kasus cetak dan karena banyak terhubung ke printer lokal melambat perangkat dan harus juga terjadi bahwa perangkat ini bekerja ketika Anda mencetak . Ketika Anda mencetak kenaikan besar harus diletakkan di Printer Server Untuk mengatur proses pencetakan dan menentukan prioritas hak cipta. Network Printer Adalah perangkat sepertiLPC By (Processor +NIC+IP) Dalam kasus ini Anda harus memilihPrinterServerBesar kecepatan dan memiliki kemampuan untuk bekerja jaringan.

4. Administration and Management server 

Member Login dicapai oleh notaris Password dan Username dapatmembandingkan mereka. Dengan semua nama pengguna dan password untuk mereka. Juga dapat mengendalikan semua perangkat dan mengidentifikasi program yang harus bekerja dan juga dapat membatalkan layanan tertentu di salah satu workstation. Ia juga dapat menutup atau membuka aplikasi pada komputer yang berkuasa penuh dalam jaringan.

5. Web server 

Web Server adalah sebuah software yang melayani permintaan berupa https dari pc/client yang terhubung dalam jaringan (internet/intranet) dan memberikan suatu hasil berupa halaman-halaman web yang ditampilkan dalam web browser. Web server menggunakan port 80.

Berikut jenis-jenis Web server:

1. Apache Web server – the HTTP web server
2. Apache Tomcat
3. Microsoft Windows server 2003 Internet Information Service (IIS)
4. Light HTTP
5. Jigsaw 

6. Sun java system web server
 7. Xitami web server
8. Zerus web server

6. DHCP server 

DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.

7. Wide Area Information Server (WAIS) 

Wide Area Information Server (disingkat menjadi WAIS) adalah sebuah sistem pencarian dan pembukaan dokumen di Internet yang berbasis sistem operasi UNIX yang dapat digunakan untuk mencari dokumen pada lebih dari 500 pustaka WAIS (yang disebut sebagai WAIS Library) di Internet seperti halnya Project Gutenberg (situs buku elektronik gratis), dengan menemukan berkas-berkas yang telah diindeksasi yang cocok dengankeywordyang dimasukkan oleh pengguna. WAIS juga dapat digunakan sebagai mesin pencari (search engine) dalam sebuah situs web individual.

8. Mail server 

Mail Server adalah suatu entitas berupa komputer yang bertindak sebagai sebuah server (penyedia layanan) dalam jaringan komputer / internet, serta memiliki fungsi untuk melakukan penyimpanan (storing) dan distribusi yang berupa pengiriman (sending), penjaluran (routing), dan penerimaan (receiving) e-mail. Mail Server berjalan dengan beberapa protokol pada TCP/IP, yakni SMTP (port 25), POP3 (port 110), dan IMAP (port 143). Mail Server memiliki tiga komponen utama yang menyusunnya, yakni Mail Transfer Agent (MTA), Mail Delivery.

2.) Pembahasan service pada setiap sistem operasi
 Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasi memori, sistem operasi bertindak sebagai perantara antara program  aplikasi dan perangkat keras komputer, meskipun kode aplikasi biasanya dieksekusi langsung oleh perangkat keras dan seringkali akan menghubungi OS atau terputus oleh itu. Sistem operasi yang ditemukan pada hampir semua perangkat yang berisi komputer-dari ponsel dan konsol permainan video untuk superkomputer dan server web.

Karakteristik Sistem Operasi Jaringan
a. Pusat kendali sumber daya jaringan
b. Akses aman ke sebuah jaringan
c. Mengizinkan remote user terkoneksi ke jaringan
d. Mengizinkan user terkoneksi ke jaringan lain (misalnya Internet)
e.Back up data dan memastikan data tersebut tersedia

Fungsi Utama Sistem Operasi Jaringan
a. Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan
b. Mengelola sumber daya jaringan
c. Menyediakan layanan
d. Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
e. Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya
f. Memonitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan
g. Distribusi program dan update software ke client
h. Menggunakan kemampuan server secara efisien
i. Menyediakan tolerasi kesalahan
3.) Penambahan service pada sistem operasi

4.) Pembahasan upgrade versi operating system (kernel)


Kernel merupakan program komputer yang menjadi inti dari sebuahsistem operasi komputer, dengan kontrol terhadap segala hal atas sistem tersebut.Pada kebanyakan sistem, kernel merupakan salah satu dari program yang dijalankan dalam urutan pertama saat komputer dinyalakan. Kernel menangani fungsi-fungsi selanjutnya atas proses penyiapan komputer dari sejak komputer dinyalakan seperti menangani layananinput/output dari program lain, menerjemahkanya ke dalam instruksi-instruksi untuk dieksekusi oleh prosesor. Kernel juga menangani perangkat kerja lain seperti memori,papan ketik, tetikus, monitor, printer, speaker, serta perangkat-perangkat lainnya.
Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.
Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.
Pada dasarnya, untuk menjalankan sebuah komputer tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung dijalankan oleh komputer, yaitu saat sebuah program komputer akan digunakan tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini umumnya digunakan oleh komputer-komputer generasi awal, sehingga bila ingin berpindah dari satu program ke program lain, pengguna harus mereset dan menjalankan kembali program-program tersebut.

Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut: 

  • Kernel monolitik. Kernel monolitik mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
  • Mikrokernel. Mikrokernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
  • Kernel hibrida. Kernel hibrida adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
  • Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.

Kernel monolitik

Pendekatan kernel monolitik didefinisikan sebagai sebuah antarmuka virtual yang berada pada tingkat tinggi di atas perangkat keras , dengan sekumpulan primitif atausystem call untuk mengimplementasikan layanan-layanan sistem operasi seperti halnya manajemen proses, konkurensi (concurrency), dan managemen memori pada modul-modul kernel yang berjalan di dalam mode supervisor.

Pada sistem operasi modern yang menggunakan monolithic kernel, seperti halnya Linux,FreeBSD, Solaris, dan Microsoft Windows, dapat memuat modul-modul yang dapat dieksekusi pada saat kerneltersebut dijalankan sehingga mengizinkan ekstensi terhadap kemampuan kernel sesuai kebutuhan, dan tentu saja dapat membantu menjaga agar kode yang berjalan di dalam ruangan kernel (kernel-space) seminim mungkin.
Di bawah ini ada beberapa sistem operasi yang menggunakan Monolithic kernel

  • Kernel sistem operasi UNIX tradisional, seperti halnya kernel dari sistem operasi UNIX keluarga BSD (NetBSD, BSD/I,FreeBSD, dan lainnya).
  • Kernel sistem operasi GNU/Linux, Linux.
  • Kernel sistem operasi Windows (versi 1.x hingga 4.x; kecuali Windows NT).

Mikrokernel

Pendekatan mikrokenel berisi sebuah abstraksi yang sederhana terhadap hardware, dengan sekumpulan primitif atau system call yang dapat digunakan untuk membuat sebuah sistem operasi agar dapat berjalan, dengan layanan-layanan seperti manajemen thread, komunikasi antar address space, dan komunikasi antar proses. Layanan-layanan lainnya, yang biasanya disediakan oleh kernel, seperti halnya dukungan jaringan, pada pendekatan microkernel justru diimplementasikan di dalam ruangan pengguna (user-space), dan disebut dengan server.
Server atau disebut sebagai peladen adalah sebuah program, seperti halnya program lainnya. Server dapat mengizinkan sistem operasi agar dapat dimodifikasi hanya dengan menjalankan program atau menghentikannya. Sebagai contoh, untuk sebuah mesin yang kecil tanpa dukungan jaringan, server jaringan (istilah server di sini tidak dimaksudkan sebagai komputer pusat pengatur jaringan) tidak perlu dijalankan. Pada sistem operasi tradisional yang menggunakan monolithic kernel, hal ini dapat mengakibatkan pengguna harus melakukan rekompilasi terhadap kernel, yang tentu saja sulit untuk dilakukan oleh pengguna biasa yang awam.
Dalam teorinya, sistem operasi yang menggunakan microkernel disebut jauh lebih stabil dibandingkan dengan monolithic kernel, karena sebuah server yang gagal bekerja, tidak akan menyebabkan kernel menjadi tidak dapat berjalan, dan server tersebut akan dihentikan oleh kernel utama. Akan tetapi, dalam praktiknya, bagian dari system state dapat hilang oleh server yang gagal bekerja tersebut, dan biasanya untuk melakukan proses eksekusi aplikasi pun menjadi sulit, atau bahkan untuk menjalankan server-server lainnya.
Sistem operasi yang menggunakan microkernel umumnya secara dramatis memiliki kinerja di bawah kinerja sistem operasi yang menggunakan monolithic kernel. Hal ini disebabkan oleh adanya overhead yang terjadi akibat proses input/output dalam kernel yang ditujukan untuk mengganti konteks (context swich) untuk memindahkan data antara aplikasi dan server.
Beberapa sistem operasi yang menggunakan microkernel: 

  • IBM AIX, sebuah versi UNIX dari IBM
  • Amoeba, sebuah kernel yang dikembangkan untuk tujuan edukasi
  • Kernel Mach, yang digunakan di dalam sistem operasi GNU/Hurd,NexTSTEP,OPENSTEP, dan Mac OS/X
  • Minix, kernel yang dikembangkan oleh Andrew tanebaum  untuk tujuan edukasi
  • Symbian OS, sebuah sistem operasi yang populer digunakan pada hand phone, handheld device, embedded devide, dan PDA Phone.

Kernel hibrida

Kernel hibrida aslinya adalah mikrokernel yang memiliki kode yang tidak menunjukkan bahwa kernel tersebut adalah mikrokernel di dalam ruangan kernel-nya. Kode-kode tersebut ditaruh di dalam ruangan kernel agar dapat dieksekusi lebih cepat dibandingkan jika ditaruh di dalam ruangan user. Hal ini dilakukan oleh para arsitek sistem operasi sebagai solusi awal terhadap masalah yang terjadi di dalam mikrokernel: kinerja.
Beberapa orang banyak yang bingung dalam membedakan antara kernel hibrida dan kernel monolitik yang dapat memuat modul kernel setelah proses booting, dan cenderung menyamakannya. Antara kernel hibrida dan kernel monolitik jelas berbeda. Kernel hibrida berarti bahwa konsep yang digunakannya diturunkan dari konsep desain kernel monolitik dan mikrokernel. Kernel hibrida juga memiliki secara spesifik memiliki teknologi pertukaran pesan (message passing) yang digunakan dalam mikrokernel, dan juga dapat memindahkan beberapa kode yang seharusnya bukan kode kernel ke dalam ruangan kode kernel karena alasan kinerja.
Di bawah ini adalah beberapa sistem operasi yang menggunakan kernel hibrida: 

  • BEOS, sebuah sistem operasi yang memiliki kinerja tinggi untuk aplikasi multimedia.
    • Novell netware, sebuah sistem operasi yang pernah populer sebagai sistem operasi jaringan berbasis IBM PC dan kompatibelnya.
  • Microsoft windows NT (dan semua keturunannya).
  • Android

Exokernel

Sebenarnya, Exokernel bukanlah pendekatan kernel sistem operasi yang umum—seperti halnya microkernel atau monolithic kernel yang populer, melainkan sebuah struktur sistem operasi yang disusun secara vertikal.
Ide di balik exokernel adalah untuk memaksa abstraksi yang dilakukan oleh developer sesedikit mungkin, sehingga membuat mereka dapat memiliki banyak keputusan tentang abstraksi hardware. Exokernel biasanya berbentuk sangat kecil, karena fungsionalitas yang dimilikinya hanya terbatas pada proteksi dan penggandaan sumber daya.
Kernel-kernel klasik yang populer seperti halnya monolithic dan microkernel melakukan abstraksi terhadap hardware dengan menyembunyikan semua sumber daya yang berada di bawah hardware abstraction layer atau di balik driver untuk hardware. Sebagai contoh, jika sistem operasi klasik yang berbasis kedua kernel telah mengalokasikan sebuah lokasi memori untuk sebuah hardware tertentu, maka hardware lainnya tidak akan dapat menggunakan lokasi memori tersebut kembali.
Exokernel mengizinkan akses terhadap hardware secara langsung pada tingkat yang rendah: aplikasi dan abstraksi dapat melakukan request sebuah alamat memori spesifik baik itu berupa lokasi alamat physical memory dan blok di dalam hard disk. Tugas kernel hanya memastikan bahwa sumber daya yang diminta itu sedang berada dalam keadaan kosong—belum digunakan oleh yang lainnya—dan tentu saja mengizinkan aplikasi untuk mengakses sumber daya tersebut. Akses hardware pada tingkat rendah ini mengizinkan para programmer untuk mengimplementasikan sebuah abstraksi yang dikhususkan untuk sebuah aplikasi tertentu, dan tentu saja mengeluarkan sesuatu yang tidak perlu dari kernel agar membuat kernel lebih kecil, dan tentu saja meningkatkan performa.
Exokernel biasanya menggunakan library yang disebut dengan libOS untuk melakukan abstraksi. libOS memungkinkan para pembuat aplikasi untuk menulis abstraksi yang berada pada level yang lebih tinggi, seperti halnya abstraksi yang dilakukan pada sistem operasi tradisional, dengan menggunakan cara-cara yang lebih fleksibel, karena aplikasi mungkin memiliki abstraksinya masing-masing. Secara teori, sebuah sistem operasi berbasis Exokernel dapat membuat sistem operasi yang berbeda seperti halnya linux , unic, dan windows dapat berjalan di atas sistem operasi tersebut.


5.) Pemilihan Aplikasi Server berdasarkan kebutuhan pasar
6.) Perencanaan Sistem Operasi untuk keutuhan Komputer server

Selasa, 18 September 2018


Alat dan Bahan

  1. 2 PC Client atau lebih, digunakan untuk mengkonfigurasikan Hotspot dan mengetes apakah Hotspot sudah berhasil atau belum.
  2. Mikrotik RouuterBoard, Disini saya menggunakan tipe RB750 yang belum memiliki pemancar WiFi. Pastikan Mikrotik sudah diautur IP, DNS, Routes, dll sehingga mikrotik sudah bisa terhubung ke Internet.
  3. Access point, disini saya menggunakan TP-Link. Karena Mikrotik RB750 belum support Wifi, maka Access Point diperlukan untuk memancarkan WiFi.

Tahap pengerjaan


A. mengkonfigurasikan Access Point

Hubungkan Access point ke PC client dengan kabel UTP, selanjutnya konfigurasikan IP pada PC client sesuai dengan IP yang terdapat pada Access Point. Karena Access Point yang saya punya memiliki IP default 192.168.0.254/24, maka Ip pada PC client saya setting sebagai berikut:


IP: 192.168.0.2/24 (Satu segmen dengan Acces Point)

Netmask: 255.255.255.0 (24) (Netmask sama dengan Access Point)
Gateway: 192.168.0.254 (sama dengan IP pada Access point)



Restart network kemudian masuk ke browser. pada Address bar masukan IP Access Point tadi, karena IP access point saya 192.168.0254, maka saya masukan IP tersbut pada Address bar.
Nah setelah kamu masukan IP AP ke address bar tersebut maka akan muncul popup Login Access point. Untuk username masukan admin, dan untuk password juga masukan admin (note: untuk access point merk lain mungkin agak berbeda)


Nah selanjutnya kamu akan masuk ke web dimana kamu bisa mengkonfigurasikan Access point milikmu. Klik Next pada Quick Setup untuk mulai mengkonfigurasikan Access point.


Pilih Access point apabila terdapat pilihan seperti berikut.


Masukan SSID Wifi kita nantinya. bila perlu masukan password WPA/WPA2-PSK juga. (note: sebenarnya login WPA/WPA2-PSK tidak diperlukan karena nantinya kita harus login pada halaman login hotspot untuk bisa mengakses Internet)

Masukan IP baru untuk Access point kita, disini saya menggunakan IP 192.168.3.1 dan Netmask-nya adalah 255.255.255.0. dan Pada DHCP kita pilih disable.


Selesai konfigurasi Access Point, selanjutnya klik reboot dan tunggu proses reboot hingga selesai.





B. Mengkonfigurasi Mikrotik
tancapkan PC Client, AP, Mikrotik seperti pada topologi berikut.


Masuk ke Winbox pada PC Client yg sudah terhubung ke Mikrotik.


Masuk ke IP-> Address, kemudian masukan IP baru dengan cara klik (+). Masukan settingan IP berikut:


IP: 192.168.3.2 (Satu Segmen dengan Access Point)

Network: 192.168.3.0
Ether: Ether 3 (Ether pada Mikrotik yang terhubung ke Access Point)


Buat sebuah DHCP Server dengan cara masuk ke menu IP-> DHCP Server, lalu klik DHCP Setup


Pilih Ether yang terhubung ke Access point pada DHCP Server Interface, Karena Ether yang terhubung ke Access Point adalah Ether 3, maka Pilih Ether 3.


Selanjutnya apabila kamu sudah mengkonfigurasikan DNS, tinggal klik Next-Next saja.


Selanjutnya buat Hotspot pada Mikrotik dengan cara masuk ke Menu IP-> Hotspot. lalu klik Hotspot Setup.


Pilih Ether yang terhubung ke Access point pada Hotspot Interface, Karena Ether yang terhubung ke Access Point adalah Ether 3, maka Pilih Ether 3.


Pada Set HotSpot addreess for interface klik Next saja karena IP sudah terisi otomatis.


Pada Set pool for HotSpot addreess juga klik Next saja karena pool sudah terisi otomatis.


Pada Select hotspot ssl certificate pilih yang None, kemudian klik Next.


pada Select SMTP Server masukan 0.0.0.0


Pada Setup DNS Configuration klik next saja apabila sudah terisi otomatis


Nah pada DNS name of local hotspot server kamu masukan sebuah URL yang akan kamu gunakan sebagai halaman login di web browser nantinya.


Pada Create Local Hotspot user kamu masukan username dan password yang digunakan untuk mengakses hotspot nantinya, user bisa ditambah dan diatur apabila Hotspot sudah berhasil dibuat nantinya


Sekarang coba kamu cek apakah hotspot sudah berhasil dibuat atau belum dengan cara koneksikan sebuah perangkat misalnya laptop ke Wifi yang sudah kita buat tadi, lalu masuk ke browser dan masukan alamat DNS login yang sudah kita setting tadi (Hotspot.login)
Apabila sudah muncul halaman login hotspot seperti ini, maka kamu sudah berhasil membuat hotspot pertamamu :)




KARTU  SOAL NOMOR 1 (PILIHAN GANDA) Mata Pelajaran                      :    C2 (Dasar-dasar Teknik Komputer dan Informatika) K...